Curah Hujan Normal, Tetap Waspada Logsor

Kordinasi OPD

Jepara (27/2) Hingga bulan Maret, curah hujan di wilayah Kabupaten Jepara masuk dalam kategori normal. Hal ini, berdasaran dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang. Meskipun demikian, diharapkan tetap waspada di lokasi rawan longsor di sepanjang lereng Muria. Hal ini disampaikan Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Dedi Irawan pada kegiatan Forum Koordinasi Informasi dan kehumasan (FKIK) Kabupaten Jepara, Senin (26/2), di Ruang Rapat I Setda Jepara. Hadir dalam kesempatan itu, Kabid Komunikasi Diskominfo Jepara Arif Darmawan.
Disampaikan Dedi, anomaly suhu permukaan laut ekuator pasifik tengah pada bulan Februari, diprediksi berkisar -0,76 (kategori La Nina Lemah). Sedangkan sifat hujan di wilayah Jateng, bersifat normal. “Curah hujan di Kabupaten Jepara bulan Februari sampai dengan Maret lebih dari 400 mm. Sedangkan, bulan April kurang dari 151 mm,” ungkap Dedi.
Namun demikian, harus tetap diwaspadai wilayah rawan longsor, seperti halnya di Dukuh Kemiren, Desa Tempur Kecamatan Keling, setelah sebelumnya Sembilan rumah penduduk terkena longsor. “Jika curah hujan masih tinggi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi longsor susulan,” kata Dedi.
Disampaikan, intensitas curah hujan tersebut bersifat fluktuatif setiap harinya. Durasi hujan juga diperkirakan akan berbeda-beda. Bisa saja pada periode musim hujan saat ini hujannya tidak terlalu lebat tapi durasinya panjang. “Untuk Kabupaten Jepara, sebagian besar berkisar 85 – 115 persen (normal), Sedangkan sebagian kecil di wilayah utara perbatasan Kabupaten pati, berkisar 51 – 84 persen (bawah normal),” papar Dedi.
Dari data yang dihimpun BPBD Jepara, musimbah bencana yang terjadi seringkali terjadi pada tempat-tempat yang rentan, jauh dari pusat kota, padat penduduk dan miskin. Selain itu, adanya penggunaan lahan intensif hingga di wilayah perbukitan menjadikan lahan semakin rapuh, sehingga berpotensi longsor setiap saat.
Dari data kejadian mulai Januari sampai dengan 12 Februari 2018, terjadi sekitar 32 kejadian bencana/musibah di Kabupaten Jepara. Mulai dari angin besar, pohon tumbang, longsor, banjir, laka laut (cuaca ekstrem). Dengan rincian kerugian, 9 rumah roboh, 9 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, 36 rumah rusak ringan. 736 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir, 19 hektar sawah terendam banjir, 5 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat dan 5 orang luka ringan. “Selain penyelamatan, BPBD Jepara juga sudah melakukan pendistribusian bantuan logistik kepada para korban,” tutur Dedi Sumber: Diskominfojepaar@dian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *